Teras Informasi - Bojonegoro – Proyek pelebaran Jembatan Gedungarum 9 yang dibiayai melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Bojonegoro menuai sorotan publik. Proyek yang dikerjakan oleh CV Pratama Karya Alam dengan pengawasan CV Abadi Karya tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis.
Dugaan tersebut mengemuka setelah awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Hasilnya, ditemukan sejumlah kerusakan pada sambungan hasil pelebaran jembatan.
Terlihat jelas retakan hingga pecahan beton pada beberapa titik, bahkan sebagian struktur tampak mengalami penurunan atau amblas, meski proyek tersebut belum lama dinyatakan selesai.
Tak hanya itu, kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) di sekitar jembatan juga memprihatinkan. Struktur TPT terlihat menggantung dan diduga tidak didukung kedalaman galian yang memadai, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap daya dukung dan ketahanan konstruksi dalam jangka panjang.
Kerusakan pada proyek yang tergolong baru ini memunculkan dugaan adanya pengurangan mutu pekerjaan.
Di antaranya, kuat dugaan tidak terpasangnya besi tulangan (besi tor) serta angkur atau perekat konstruksi (lem hilti) pada sambungan pelebaran jembatan, sebagaimana standar pekerjaan struktur beton.
Seorang warga setempat yang ditemui di lokasi menyampaikan kekecewaannya atas hasil pekerjaan tersebut.
“Saya memang tidak paham teknisnya, Mas. Tapi sangat disayangkan, pekerjaan yang baru selesai sudah rusak lagi. Entah pengawasnya atau pelaksananya yang kurang maksimal. Yang jelas, warga sekitar tidak puas,” ungkapnya.
Atas kondisi itu, masyarakat berharap Dinas PU Bina Marga Kabupaten Bojonegoro, serta lembaga pengawas teknis dan keuangan terkait, segera turun tangan melakukan pemeriksaan langsung di lapangan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi kontrak atau justru terdapat dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PU Bina Marga Bojonegoro, kontraktor pelaksana, maupun konsultan pengawas belum memberikan xx keterangan resmi terkait temuan kerusakan dan kualitas pekerjaan proyek pelebaran Jembatan Gedungaruaan(red)