Bojonegoro, 15 April 2026 — Upaya menanamkan nilai-nilai karakter sejak usia dini terus dilakukan oleh RA Perwanida Bojonegoro melalui berbagai kegiatan rutin sebelum dimulainya proses belajar mengajar. Kegiatan yang dilaksanakan setiap pagi ini menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan positif anak sekaligus mendukung perkembangan fisik dan mental mereka.
Sejak pagi hari, suasana di lingkungan sekolah tampak tertib dan penuh semangat. Para siswa dengan didampingi guru memulai aktivitas dengan berdoa bersama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam menanamkan nilai spiritual kepada anak-anak. Melalui pembiasaan ini, siswa diajarkan untuk mengenal pentingnya berdoa sebagai bentuk rasa syukur serta sebagai langkah awal dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Para guru menjelaskan bahwa pembiasaan doa bersama juga berperan dalam membangun kedisiplinan. Anak-anak dilatih untuk mengikuti aturan, hadir tepat waktu, dan memulai kegiatan dengan tertib. Hal ini menjadi fondasi penting dalam membentuk sikap tanggung jawab yang akan berguna bagi mereka di masa mendatang.
Setelah kegiatan doa, siswa kemudian diajak mengikuti olahraga ringan yang dilakukan secara bersama-sama di halaman sekolah. Gerakan sederhana yang disesuaikan dengan usia anak ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus melatih motorik mereka. Selain itu, kegiatan fisik tersebut juga dinilai mampu meningkatkan konsentrasi dan semangat anak dalam mengikuti pembelajaran di kelas.
Pihak sekolah menegaskan bahwa kombinasi antara pembiasaan spiritual dan aktivitas fisik merupakan bagian dari pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada aspek akademik, RA Perwanida Bojonegoro juga berupaya membentuk anak-anak yang sehat, aktif, disiplin, serta memiliki kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari para orang tua siswa. Mereka mengapresiasi langkah sekolah dalam membangun pola hidup sehat dan nilai-nilai positif sejak dini. Menurut sejumlah wali murid, kebiasaan yang ditanamkan di sekolah mulai terlihat dalam keseharian anak di rumah, seperti terbiasa berdoa sebelum beraktivitas dan lebih aktif dalam bergerak.
Dengan adanya sinergi antara sekolah dan orang tua, diharapkan proses pembentukan karakter anak dapat berjalan lebih optimal. Pihak sekolah pun berharap, kebiasaan positif yang telah diterapkan ini tidak hanya berhenti di lingkungan pendidikan, tetapi juga terus terbawa dalam kehidupan anak-anak di rumah maupun di tengah masyarakat.
Melalui langkah sederhana namun konsisten ini, RA Perwanida Bojonegoro menunjukkan komitmennya dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, sehat jasmani, serta berakhlak baik.