Bojonegoro – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Area Bojonegoro menggelar kegiatan edukasi interaktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengenai pemanfaatan gas bumi yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Eastern, Jalan Veteran, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (22/7/2026).
Mengusung tema "Sinergi Bersama PGN Area Bojonegoro: Wujudkan UMKM Tangguh, Hemat Energi, dan Berdaya Saing", kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Subholding Gas Pertamina dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku usaha, mengenai karakteristik gas bumi, budaya keselamatan, serta prosedur penanganan awal apabila terjadi kendala pada instalasi gas.
Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief, menjelaskan bahwa edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelanggan agar dapat memanfaatkan gas bumi secara optimal sekaligus menjaga aspek keselamatan dalam kegiatan usaha.
Menurutnya, gas bumi memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya lebih ringan daripada udara sehingga mudah menguap ke atmosfer, ramah lingkungan, serta telah dilengkapi zat pembau (odorant) untuk memudahkan deteksi apabila terjadi kebocoran.
"Apabila terjadi kendala pada instalasi sambungan pipa gas, pelanggan diimbau segera menutup keran gas dan menghubungi Pertamina Call Center 135 atau layanan resmi WhatsApp PGN agar tim teknis dapat melakukan penanganan sesuai standar keselamatan," ujar Faishal dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Jumat (30/7/2026).
Dalam sesi edukasi, PGN juga mengingatkan pentingnya menjaga keandalan instalasi gas di lokasi usaha. Beberapa langkah sederhana yang dianjurkan antara lain memastikan pipa gas berada pada jarak aman dari sumber api dan instalasi listrik, menempatkan instalasi di area yang kering serta memiliki ventilasi yang baik, dan memastikan posisi meteran gas berada di lokasi yang aman.
Apabila ditemukan indikasi kebocoran gas, masyarakat diimbau tetap tenang dengan tidak menyalakan api maupun peralatan listrik, menutup seluruh keran gas, membuka pintu dan jendela agar sirkulasi udara lancar, serta melakukan pemeriksaan awal menggunakan air sabun pada sambungan pipa.
PGN menjelaskan bahwa sistem jaringan gas (jargas) dirancang praktis dan aman, serupa dengan instalasi utilitas seperti air bersih maupun listrik. Gas bumi dialirkan melalui jaringan pipa langsung menuju kompor atau peralatan produksi, sehingga pelaku usaha tidak lagi perlu melakukan bongkar-pasang tabung gas. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menciptakan area kerja yang lebih rapi dan nyaman.
Faishal juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas dukungan terhadap pengembangan pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro serta Bagian Perekonomian dan SDA Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang terus bersinergi dalam mendukung iklim usaha yang maju dan penggunaan energi yang berkelanjutan," katanya.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Disdagkop UM Kabupaten Bojonegoro Yuri Nur Rahmawati, perwakilan Bagian Perekonomian dan SDA Setda Bojonegoro Wiega Bagus Andriyanto, pelaku UMKM, pengusaha laundry, restoran, serta perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Dalam kesempatan itu, Yuri Nur Rahmawati menyampaikan harapannya agar layanan jaringan gas PGN dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha di Bojonegoro yang memperoleh manfaat dari pasokan energi yang stabil dan efisien.
Antusiasme juga disampaikan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bojonegoro, Sri Artiningsih. Menurutnya, pemanfaatan gas bumi memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha karena lebih hemat, praktis, tersedia selama 24 jam, dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Dimas Setiawan dari Dewan Asosiasi Laundry Indonesia memaparkan potensi perkembangan usaha laundry di Bojonegoro. Ia menilai pemanfaatan gas bumi dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional sehingga daya saing pelaku usaha semakin meningkat.
Melalui kegiatan edukasi ini, PGN berharap pemahaman masyarakat terhadap penggunaan gas bumi yang aman semakin meningkat, sekaligus mendorong UMKM di Bojonegoro untuk tumbuh lebih efisien, produktif, dan berdaya saing melalui pemanfaatan energi yang andal dan berkelanjutan(.red)