Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa wali murid menilai porsi serta komposisi makanan yang diterima siswa perlu dievaluasi agar lebih seimbang dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak usia sekolah. Mereka berharap adanya peningkatan kualitas menu, baik dari sisi kandungan protein, vitamin, maupun variasi makanan.
“Harapan kami sederhana, anak-anak mendapatkan asupan yang benar-benar bergizi dan mendukung tumbuh kembangnya,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Program MBG sendiri bertujuan untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik serta meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah. Namun demikian, sejumlah orang tua berharap adanya transparansi terkait standar menu, nilai gizi, serta mekanisme pengawasan agar pelaksanaannya berjalan optimal.
Menanggapi hal tersebut, masyarakat berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi secara berkala, termasuk melibatkan ahli gizi dan pengawas sekolah untuk memastikan kualitas makanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara program di tingkat daerah. Wali murid berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian demi kebaikan dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Bojonegoro.