🔴 Breaking News: Selamat datang di Teras Informasi.my.id | Portal Berita Terpercaya dan Aktual | Update Berita Nasional, Daerah, dan Peristiwa Terbaru
Tak ada hasil yang ditemukan

    Kontroversi Pemulangan Pasien di RS Hikmah Makassar, Perlu Klarifikasi dan Evaluasi Menyeluruh


    Makassar, 2 April 2026 — Dugaan pemulangan pasien sebelum kondisi stabil di RS Hikmah Makassar menuai sorotan publik setelah seorang pasien, Irianto, dilaporkan meninggal dunia kurang dari satu hari usai dipulangkan dari rumah sakit.

    Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasien menjalani perawatan sejak 23 Maret hingga 31 Maret 2026 dengan diagnosis severe brain infarction (stroke iskemik berat) disertai atrial fibrillation atau gangguan irama jantung. Kondisi tersebut umumnya memerlukan pemantauan intensif serta penanganan medis berkelanjutan.

    Pada 31 Maret 2026, pasien dipulangkan dari rumah sakit. Sejumlah pihak, termasuk keluarga, menyatakan bahwa saat itu kondisi pasien masih lemah dan masih menggunakan alat bantu medis. Pasien kemudian meninggal dunia pada 1 April 2026, kurang dari 24 jam setelah berada di rumah.

    Organisasi masyarakat Elang Timur Indonesia menilai terdapat sejumlah hal yang perlu diklarifikasi terkait proses pemulangan pasien tersebut. Ketua organisasi tersebut, Imran, menyampaikan bahwa berdasarkan dokumen medis yang beredar, kondisi pasien masih tergolong serius dan membutuhkan perawatan lanjutan.

    “Kami melihat perlu adanya penjelasan komprehensif terkait prosedur pemulangan pasien, agar tidak menimbulkan persepsi yang merugikan berbagai pihak,” ujarnya.

    Selain itu, terdapat perbedaan informasi antara keterangan lisan tenaga medis dengan isi dokumen medis yang beredar di publik. Hal ini dinilai penting untuk ditelusuri lebih lanjut guna memastikan kesesuaian prosedur pelayanan kesehatan.

    Pihak manajemen RS Hikmah Makassar, melalui jajaran direksi, telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien serta membuka ruang klarifikasi. Rumah sakit juga menyatakan kesiapan untuk melakukan evaluasi internal atas kejadian tersebut.

    Sejumlah pihak mendorong agar dilakukan penelusuran secara objektif dan profesional oleh instansi berwenang, guna memastikan apakah prosedur pelayanan telah dijalankan sesuai standar yang berlaku.

    Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta komunikasi yang baik antara tenaga medis dan keluarga pasien dalam setiap proses pengambilan keputusan medis. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjaga kepercayaan masyarakat.
    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال